Pesan "cache full, not storing [ignoring repeated messages]" berarti kapasitas memori (RAM) untuk menyimpan data DNS pada router MikroTik Anda sudah penuh.
Akibatnya, MikroTik terpaksa menolak dan mengabaikan data DNS baru yang masuk agar sistem tidak macet (crash).
Berikut adalah 3 penyebab utama mengapa hal ini bisa terjadi:
1. Serangan DDoS (Open Resolver)
Ini penyebab paling sering. Router Anda bisa diakses dari internet luar, sehingga peretas memanfaatkan router Anda untuk melakukan serangan siber (DNS Amplification Attack). Router Anda dibanjiri jutaan permintaan DNS palsu dari luar hingga memorinya penuh.
2. Penggunaan Adlist / Script Blokir Iklan yang Terlalu Besar
Jika Anda menggunakan fitur adlist (pada RouterOS v7) atau script untuk memblokir iklan/situs judi, daftar domain yang dimasukkan mungkin terlalu banyak. Router MikroTik dengan RAM kecil (seperti hEX lite atau hAP lite) tidak akan kuat menampung ratusan ribu daftar blokir tersebut.
3. Batas Ukuran Cache Terlalu Kecil
Pengaturan kapasitas maksimal cache DNS di menu MikroTik Anda disetel terlalu rendah, sehingga cepat penuh meskipun pemakaian internet lokal Anda normal.
Cara Cepat Mengatasinya:
Ganti Ukuran Cache & Bersihkan:
Buka New Terminal MikroTik, lalu ketik perintah ini untuk memperbesar kapasitas dan menghapus cache yang penuh:
/ip dns set cache-size=4096KiB
/ip dns cache flush
Tutup Akses DNS dari Luar (Wajib):
Amankan router Anda agar tidak dimanfaatkan peretas dengan perintah ini (sesuaikan ether1 dengan colokan internet Anda):
add action=drop chain=input dst-port=53 in-interface=ether1 protocol=udp comment="Blokir DNS dari Luar"